La Tahzan innallaha ma'ana
La Tahzan, Innallaha Ma’ana
Dengarkan renungan selengkapnya melalui video Saung Ngaji.
Jangan Bersedih, Allah Bersama Kita
Pernahkah kamu berada di titik di mana kamu tidak tahu harus mengadu kepada siapa?
Kamu tersenyum di depan banyak orang, tetapi sebenarnya hatimu sedang berantakan. Kamu terlihat kuat, padahal di dalam hati ada begitu banyak pertanyaan yang tidak mampu kamu ucapkan kepada siapa pun.
Mungkin dalam diam kamu pernah bertanya:
“Ya Allah… sampai kapan semua ini akan terjadi?”
Kalau hari ini kamu sedang berada di titik itu, mungkin ada satu kalimat sederhana yang perlu kembali kamu dengarkan. Kalimat yang sudah begitu sering kita dengar, tetapi mungkin belum benar-benar kita resapi.
La tahzan, innallaha ma‘ana.
“Janganlah engkau bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita.”
Kamu Tidak Pernah Benar-Benar Sendirian
Ada masa ketika seseorang merasa seluruh dunia berjalan menjauh darinya. Orang-orang yang dulu sering hadir perlahan menghilang. Mereka yang dahulu mudah diajak berbicara, kini seolah memiliki kehidupan masing-masing.
Pada saat seperti itu, kesepian bisa terasa sangat nyata.
Tetapi ada sesuatu yang sering kita lupakan.
Kehilangan manusia bukan berarti kehilangan Allah.
Kamu punya Allah. Dan ketika kamu memiliki Allah, kamu tidak benar-benar kehilangan segalanya.
Bahkan ketika kamu kalah, kamu masih memiliki tempat untuk kembali. Ketika hatimu lemah, ketika matamu masih menangis, ketika langkahmu terasa berat, kamu masih memiliki Tuhan yang mendengar doa-doamu.
Dunia bisa datang dan pergi.
Hari ini kamu mungkin bahagia. Besok mungkin kamu bersedih. Hari ini seseorang mungkin menggenggam tanganmu. Besok mungkin dia memilih pergi.
Manusia bisa berubah. Keadaan bisa berubah. Rezeki bisa berubah. Rencana bisa berubah.
Tetapi Allah tidak pernah berubah.
Karena itu, ketika kamu takut, angkatlah tanganmu.
Ketika kamu tidak memahami kehidupan ini, belajarlah mempercayakan takdir kepada Allah sambil tetap berusaha.
Ketika dunia terasa terlalu berisik, ingatlah bahwa Allah masih memanggilmu melalui salat lima waktu.
Ketika kamu merasa tersesat, bukalah kembali kalam-Nya.
Dan ketika kamu tidak punya banyak hal untuk dibanggakan, jangan merasa bahwa kamu tidak memiliki apa-apa.
Kamu masih memiliki Allah.
La Tahzan, Innallaha Ma’ana
Kalimat la tahzan, innallaha ma‘ana terdapat dalam QS. At-Taubah ayat 40. Kalimat ini berkaitan dengan peristiwa ketika Rasulullah ﷺ bersama Abu Bakar radhiyallahu ‘anhu berada di dalam gua dalam perjalanan hijrah.
Dalam keadaan yang penuh tekanan dan bahaya, Rasulullah ﷺ berkata kepada sahabatnya:
“Janganlah engkau bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita.”
Pesan ini begitu dalam.
Rasulullah ﷺ tidak mengatakan bahwa keadaan di luar sana tidak berbahaya. Beliau tidak mengatakan bahwa masalah itu tidak ada.
Yang diberikan adalah sebuah ketenangan yang bersumber dari keyakinan kepada Allah.
Inilah yang sering kita butuhkan ketika menghadapi masalah.
Bukan selalu hilangnya masalah secara langsung, tetapi keteguhan hati untuk menghadapinya.
Pertolongan Allah Tidak Selalu Terlihat
Ketika kita berdoa, sering kali kita memiliki gambaran tentang bagaimana Allah seharusnya menolong kita.
Kita ingin masalah selesai dengan cara tertentu. Kita ingin seseorang kembali. Kita ingin rezeki datang melalui pintu tertentu. Kita ingin rencana yang sudah disusun berjalan sesuai keinginan.
Padahal pertolongan Allah tidak selalu datang dalam bentuk yang kita bayangkan.
Ada pertolongan yang datang melalui hati yang tiba-tiba menjadi tenang.
Ada pertolongan yang datang melalui seseorang yang tiba-tiba hadir.
Ada pintu yang terbuka ketika semua jalan sebelumnya terlihat tertutup.
Ada pula sesuatu yang kita anggap sebagai kegagalan, tetapi beberapa waktu kemudian baru kita sadari bahwa kegagalan tersebut telah menyelamatkan kita dari sesuatu yang tidak kita ketahui.
Al-Qur’an menyebutkan bahwa Allah menolong dengan bala tentara yang tidak terlihat:
“Wa ayyadahu bijunūdin lam tarawhā.”
“Dan Dia memperkuatnya dengan bala tentara yang tidak kamu lihat.”
Karena itu, tidak terlihat bukan berarti tidak ada.
Tidak kamu pahami bukan berarti Allah tidak sedang bekerja.
Mungkin hari ini kamu belum mengerti mengapa sesuatu harus terjadi.
Mungkin kamu belum memahami mengapa seseorang pergi.
Mungkin kamu belum mengerti mengapa sebuah rencana gagal.
Mungkin jalan yang sangat kamu inginkan justru tertutup.
Namun jangan terburu-buru menyimpulkan bahwa Allah meninggalkanmu.
Karena terkadang, jalan yang ditutup adalah bagian dari pertolongan yang belum mampu kita pahami.
Ketika Ada Orang yang Berniat Buruk Kepadamu
Ada masa ketika masalah kita bukan hanya tentang keadaan. Ada pula saat kita harus berhadapan dengan orang yang tidak menyukai kita.
Mungkin ada yang membicarakanmu. Ada yang meremehkanmu. Ada yang menyusun rencana untuk menjatuhkanmu. Atau mungkin kamu merasa ada orang yang sengaja ingin melihatmu gagal.
Dalam keadaan seperti itu, jangan hanya melihat seberapa besar kekuatan mereka.
Lihatlah kepada siapa kamu bersandar.
Dalam QS. At-Taubah ayat 40, setelah menyebut pertolongan Allah, ayat tersebut juga menjelaskan bahwa Allah menjadikan kalimat orang-orang kafir itu rendah, sedangkan kalimat Allah tetap tinggi.
Pesannya bukan agar kita hidup dalam ketakutan terhadap rencana manusia.
Manusia boleh merencanakan sesuatu. Manusia boleh berbicara. Manusia boleh berusaha menjatuhkanmu.
Tetapi manusia tidak memegang seluruh kendali atas hidupmu.
Karena itu, jangan habiskan seluruh energimu dengan pertanyaan:
“Bagaimana kalau mereka berhasil menjatuhkanku?”
Ubahlah pertanyaan itu menjadi:
“Apakah aku masih percaya kepada Allah?”
Itulah yang harus terus kita jaga.
Tenang Bukan Berarti Masalahmu Tidak Ada
Kalau hari ini kamu sedang takut, tenanglah.
Kalau kamu sedang galau, tenanglah.
Kalau kamu sedang menghadapi masalah yang terasa terlalu berat, tenanglah.
Bukan karena masalahmu tidak ada.
Tetapi karena kamu tahu bahwa Allah ada.
Ketenangan seorang mukmin bukan berarti hidupnya bebas dari masalah. Orang beriman juga menangis. Orang beriman juga kecewa. Orang beriman juga bisa merasa lelah dan takut.
Namun ia belajar untuk tidak membiarkan rasa takut mengambil seluruh kendali atas hatinya.
Malam ini mungkin kamu sedang menangis karena sesuatu yang belum kamu mengerti.
Tidak apa-apa.
Menangislah jika memang itu yang membuat hatimu lega. Tetapi setelah itu, kembalilah kepada Allah.
Serahkan kepada-Nya apa yang memang tidak mampu kamu kendalikan.
Berdoalah.
Berusahalah.
Tetap waspada.
Tetap lakukan bagianmu.
Namun jangan biarkan ketakutan membuatmu lupa bahwa Allah mengetahui apa yang sedang kamu hadapi.
Kamu Tidak Tahu Pertolongan Apa yang Sedang Allah Siapkan
Kamu tidak tahu siapa yang suatu hari akan Allah kirim untuk membantumu.
Kamu tidak tahu pintu mana yang akan dibuka.
Kamu tidak tahu kejadian kecil apa yang nantinya menjadi awal perubahan besar dalam hidupmu.
Kamu juga tidak tahu mengapa sebuah kejadian harus berlangsung seperti sekarang.
Dan mungkin sesuatu yang hari ini membuatmu menangis, suatu saat akan membuatmu memahami bahwa hidup tidak selalu harus berjalan sesuai dengan keinginanmu.
Bukan berarti setiap kesedihan pasti akan berakhir sesuai dengan apa yang kita inginkan.
Tetapi kita dapat belajar bahwa kehidupan ini berada dalam pengetahuan Allah, sementara pengetahuan kita terbatas.
Karena itu, tugas kita bukan mengetahui seluruh rahasia takdir.
Tugas kita adalah menjalani hari ini dengan iman, doa, ikhtiar, dan tawakal.
Allah Tidak Meminta Kamu Mengetahui Semua Jawaban
Salah satu hal yang membuat manusia lelah adalah keinginan untuk mengetahui semuanya.
Mengapa ini terjadi?
Mengapa dia pergi?
Mengapa rezekiku belum datang?
Mengapa doaku belum dikabulkan?
Mengapa jalan hidupku berbeda dengan orang lain?
Pertanyaan-pertanyaan itu manusiawi.
Tetapi jangan sampai pertanyaan tersebut membuatmu kehilangan hubungan dengan Allah.
Karena terkadang kita tidak membutuhkan seluruh jawaban untuk terus melangkah.
Kita hanya membutuhkan keyakinan bahwa Allah mengetahui sesuatu yang belum kita ketahui.
Dan dari keyakinan itulah lahir ketenangan.
Jika Kamu Sedang Berada di Titik Paling Lelah
Kalau saat ini kamu sedang berada di titik paling lelah dalam hidupmu, dengarkan baik-baik:
Kamu tidak harus menyelesaikan seluruh hidupmu malam ini.
Kamu hanya perlu mengambil langkah berikutnya.
Salatlah.
Berdoalah.
Istirahatlah jika tubuhmu lelah.
Bicaralah kepada orang yang dapat dipercaya jika kamu membutuhkan bantuan.
Kemudian lanjutkan kembali langkahmu.
Jangan merasa bahwa karena hari ini kamu jatuh, maka semuanya telah berakhir.
Jatuh bukan berarti selesai.
Gagal bukan berarti tidak ada masa depan.
Menangis bukan berarti kamu lemah.
Dan belum mendapatkan apa yang kamu inginkan bukan berarti Allah tidak mendengar doamu.
Allah mengetahui isi hatimu bahkan ketika kamu tidak mampu menjelaskannya kepada siapa pun.
Mukjizat Pertama Bisa Jadi Adalah Hati yang Kembali Tenang
Ketika kita mendengar kalimat la tahzan, innallaha ma‘ana, jangan berharap bahwa semua masalah akan langsung hilang.
Karena kalimat ini bukan janji bahwa setelah membacanya hidup akan selalu mudah.
Namun semoga kalimat ini mengubah cara kita memandang masalah.
Masalah mungkin masih ada.
Air mata mungkin masih jatuh.
Jawaban mungkin belum datang.
Tetapi hati kita tidak lagi menghadapinya sendirian.
Karena kita tahu kepada siapa kita kembali.
Dan terkadang, mukjizat pertama yang kita butuhkan bukanlah masalah yang langsung selesai, melainkan hati yang kembali tenang ketika menghadapi masalah tersebut.
Tetaplah Berjalan Bersama Allah
Kehidupan akan terus berubah.
Ada hari ketika kamu bangkit.
Ada hari ketika kamu jatuh.
Ada hari ketika kamu merasa sangat kuat.
Ada pula hari ketika untuk sekadar tersenyum saja terasa begitu berat.
Tetapi pertolongan Allah tidak berhenti hanya karena kamu sedang berada dalam masa sulit.
Mungkin kamu tidak melihatnya.
Mungkin kamu belum merasakannya.
Mungkin kamu bahkan masih bertanya-tanya kapan pertolongan itu datang.
Tetapi jangan berhenti berdoa.
Jangan berhenti berusaha.
Jangan berhenti memperbaiki diri.
Dan jangan biarkan keadaan membuatmu lupa kepada Allah.
Tidak ada hari yang benar-benar sia-sia ketika hari itu membuatmu semakin dekat kepada-Nya.
Tidak ada air mata yang harus membuatmu malu di hadapan Allah.
Tidak ada doa yang terlalu kecil untuk disampaikan kepada-Nya.
Dan tidak ada keadaan yang membuatmu terlalu jauh untuk kembali kepada-Nya.
La Tahzan… Innallaha Ma’ana
Jadi, kalau malam ini hatimu sedang berat, tarik napas sejenak.
Letakkan semua yang tidak mampu kamu kendalikan kepada Allah.
Berdoalah dengan jujur.
Ceritakan kepada Allah apa yang tidak mampu kamu ceritakan kepada manusia.
Katakan apa yang membuatmu takut.
Katakan apa yang membuatmu kecewa.
Katakan apa yang membuatmu lelah.
Dan setelah itu, percayakan kepada-Nya.
Kamu mungkin tidak tahu apa yang akan terjadi besok.
Kamu mungkin tidak tahu bagaimana masalah ini akan selesai.
Kamu mungkin tidak tahu dari mana pertolongan akan datang.
Tetapi kamu bisa memilih untuk tetap berjalan.
Tetap berdoa.
Tetap berusaha.
Tetap percaya.
Karena selama Allah menjadi tempatmu bersandar, jangan biarkan ketakutan membuatmu lupa bahwa kamu sedang berjalan bersama-Nya.
La tahzan, innallaha ma‘ana.
Jangan bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita.
Semoga Allah menenangkan hati yang sedang gelisah, menguatkan hati yang sedang lemah, memberikan jalan bagi yang sedang kebingungan, dan memberikan kesabaran bagi siapa pun yang sedang menghadapi ujian kehidupan.
Semoga ketika dunia terasa terlalu berat, kita selalu ingat bahwa kita masih memiliki tempat untuk kembali.
Allah.
Dan semoga kita tidak hanya mengucapkan la tahzan dengan lisan, tetapi benar-benar belajar menjadikannya sebagai kekuatan dalam menjalani kehidupan.
Posting Komentar untuk "La Tahzan innallaha ma'ana "