Iman kepada malaikat adalah rukun iman yang ke-2
Makna, Dalil, dan Hikmah iman kepada para malaikat Allah SWT, dalam Kehidupan Seorang Muslim
Ditulis oleh Tim Saung Ngaji | Artikel Islami Santai | Untuk Semua Kalangan Pembaca
Pendahuluan
Dalam ajaran Islam, keimanan seorang Muslim tidak akan sempurna tanpa mempercayai hal-hal yang gaib. Salah satu bagian dari keimanan kepada yang gaib itu adalah iman kepada malaikat. Inilah yang menjadi rukun iman kedua setelah iman kepada Allah Subḥānahu Wa Ta‘ālā.
Mungkin banyak dari kita yang sudah sering mendengar istilah “iman kepada malaikat”, tapi apakah kita sudah benar-benar memahami maknanya? Siapa sebenarnya para malaikat itu, apa tugas mereka, dan mengapa kita diwajibkan untuk beriman kepada mereka?
Artikel kali ini dari Saung Ngaji akan membahas secara lengkap dan santai tentang rukun iman kedua ini. Tidak hanya dalil dan pengertian, tapi juga hikmah-hikmah yang bisa kita ambil dalam kehidupan sehari-hari.
Pengertian Iman kepada Malaikat
Secara bahasa, kata iman berarti percaya dengan sepenuh hati. Sedangkan malaikat berasal dari kata “malak” (ملك) yang berarti utusan atau pesuruh. Jadi, iman kepada malaikat berarti mempercayai sepenuh hati bahwa Allah telah menciptakan makhluk dari cahaya yang disebut malaikat, yang memiliki tugas dan fungsi tertentu, serta selalu taat dan patuh kepada perintah Allah tanpa sedikit pun durhaka.
Dengan kata lain, iman kepada malaikat bukan hanya sekadar mengakui keberadaannya, tetapi juga meyakini fungsi dan peran mereka dalam menjalankan perintah Allah serta mengatur urusan alam semesta sesuai kehendak-Nya.
Dalil Al-Qur’an tentang Iman kepada Malaikat
Allah Subḥānahu Wa Ta‘ālā berfirman dalam Al-Qur’an mengenai kewajiban beriman kepada malaikat. Berikut beberapa ayat yang menjadi landasan:
قُولُوا آمَنَّا بِاللَّهِ وَمَا أُنزِلَ إِلَيْنَا وَمَا أُنزِلَ إِلَىٰ إِبْرَاهِيمَ وَإِسْمَاعِيلَ وَإِسْحَاقَ وَيَعْقُوبَ وَالْأَسْبَاطِ وَمَا أُوتِيَ مُوسَىٰ وَعِيسَىٰ وَمَا أُوتِيَ النَّبِيُّونَ مِنْ رَبِّهِمْ ۚ لَا نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِّنْهُمْ وَنَحْنُ لَهُ مُسْلِمُونَ
“Katakanlah (wahai orang-orang beriman), kami beriman kepada Allah, dan kepada apa yang diturunkan kepada kami, serta kepada apa yang diturunkan kepada Ibrahim, Ismail, Ishaq, Ya’qub, dan anak cucunya, dan apa yang diberikan kepada Musa dan Isa, serta kepada para nabi dari Tuhan mereka; kami tidak membeda-bedakan seorang pun di antara mereka, dan kami hanya tunduk patuh kepada-Nya.” (QS. Al-Baqarah: 136)
آمَنَ الرَّسُولُ بِمَا أُنزِلَ إِلَيْهِ مِن رَّبِّهِ وَالْمُؤْمِنُونَ ۚ كُلٌّ آمَنَ بِاللَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ
“Rasul telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semua beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, dan rasul-rasul-Nya.” (QS. Al-Baqarah: 285)
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا آمِنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَالْكِتَابِ الَّذِي نَزَّلَ عَلَىٰ رَسُولِهِ وَالْكِتَابِ الَّذِي أَنزَلَ مِن قَبْلُ ۚ وَمَن يَكْفُرْ بِاللَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَالًا بَعِيدًا
“Wahai orang-orang yang beriman! Tetaplah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, dan kepada Kitab yang Allah turunkan kepada Rasul-Nya serta kitab yang Allah turunkan sebelumnya. Barang siapa kafir kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, dan hari kemudian, maka sesungguhnya orang itu telah tersesat sejauh-jauhnya.” (QS. An-Nisa: 136)
Dalil Hadis tentang Iman kepada Malaikat
Dalil paling jelas tentang iman kepada malaikat terdapat dalam hadis Jibril yang sangat terkenal, di mana malaikat Jibril datang dalam rupa manusia untuk mengajarkan rukun iman dan rukun Islam kepada para sahabat.
عَنْ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: بَيْنَمَا نَحْنُ جُلُوسٌ عِنْدَ رَسُولِ اللَّهِ ﷺ إِذْ طَلَعَ عَلَيْنَا رَجُلٌ شَدِيدُ بَيَاضِ الثِّيَابِ، شَدِيدُ سَوَادِ الشَّعَرِ ... فَقَالَ: يَا مُحَمَّدُ أَخْبِرْنِي عَنِ الْإِيمَانِ. فَقَالَ: أَنْ تُؤْمِنَ بِاللَّهِ، وَمَلَائِكَتِهِ، وَكُتُبِهِ، وَرُسُلِهِ، وَالْيَوْمِ الْآخِرِ، وَتُؤْمِنَ بِالْقَدَرِ خَيْرِهِ وَشَرِّهِ.
“Dari Umar bin Khattab ra. ia berkata: Ketika kami duduk di sisi Rasulullah ﷺ, tiba-tiba datang seorang laki-laki berpakaian sangat putih dan berambut sangat hitam... lalu ia bertanya: Wahai Muhammad, kabarkan kepadaku tentang iman. Nabi menjawab: Engkau beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, hari akhir, dan beriman kepada takdir yang baik maupun yang buruk.” (HR. Muslim)
Sifat-Sifat Malaikat
- Diciptakan dari cahaya (nur).
- Tidak memiliki hawa nafsu, tidak makan, minum, atau tidur.
- Selalu taat kepada Allah dan tidak pernah berbuat maksiat.
- Dapat berubah wujud dengan izin Allah.
- Memiliki kekuatan besar dan kecepatan tinggi dalam melaksanakan tugasnya.
- Makhluk yang senantiasa berzikir dan bertasbih kepada Allah tanpa henti.
Nama-Nama Malaikat dan Tugas-Tugasnya
| Nama Malaikat | Tugas Utama |
|---|---|
| Jibril (جبريل) | Menyampaikan wahyu kepada para nabi dan rasul. |
| Mikail (ميكائيل) | Mengatur rezeki, hujan, dan tumbuh-tumbuhan. |
| Israfil (إسرافيل) | Meniup sangkakala pada hari kiamat. |
| Izrail (عزرائيل) | Mengambil nyawa manusia (Malaikat Maut). |
| Munkar & Nakir (منكر و نكير) | Menanyai manusia di alam kubur. |
| Raqib & Atid (رقيب و عتيد) | Mencatat amal baik dan buruk manusia. |
| Malik (مالك) | Menjaga pintu neraka. |
| Ridwan (رضوان) | Menjaga pintu surga. |
Hikmah Beriman kepada Malaikat
-
Menumbuhkan rasa takut dan harap kepada Allah.
Dengan mengetahui bahwa setiap amal kita dicatat oleh malaikat, kita akan lebih berhati-hati dalam bertindak.
-
Menumbuhkan rasa disiplin dan tanggung jawab.
Setiap ucapan dan perbuatan manusia diawasi oleh malaikat, sehingga seorang Muslim terdorong untuk selalu jujur dan berakhlak baik.
-
Meningkatkan kesadaran spiritual.
Meyakini bahwa alam semesta diatur dengan penuh keteraturan oleh malaikat menumbuhkan keyakinan terhadap kekuasaan Allah.
-
Menambah rasa cinta kepada Allah dan ciptaan-Nya.
Malaikat adalah simbol ketaatan mutlak; dengan mengenal mereka, kita belajar arti ibadah yang tulus.
-
Meneguhkan keimanan kepada hal-hal ghaib.
Keimanan sejati bukan hanya pada yang terlihat, tetapi juga pada yang tidak terlihat oleh mata — seperti malaikat.
Refleksi Kehidupan Seorang Muslim
Hidup di zaman modern sering kali membuat manusia lupa akan hal-hal ghaib. Padahal, meyakini keberadaan malaikat adalah bentuk keimanan yang menunjukkan bahwa kita percaya kepada tatanan ilahi yang tidak kasat mata.
Seorang Muslim yang benar-benar beriman kepada malaikat akan senantiasa berhati-hati, jujur, amanah, dan istiqamah. Ia sadar bahwa ada dua malaikat yang selalu bersamanya — Raqib dan Atid — mencatat setiap amal baik dan buruk. Kesadaran ini membuat seorang mukmin hidup dalam keikhlasan dan kehati-hatian.
Dalam konteks sosial, iman kepada malaikat juga menumbuhkan kepedulian. Karena siapa yang yakin bahwa amalnya tidak luput dari catatan, maka ia akan berusaha memperbanyak kebaikan, menolong sesama, dan menjauhi kezaliman.
Penutup
Rukun iman kedua — iman kepada malaikat — bukan hanya ajaran teoritis, tetapi fondasi spiritual yang membentuk kesadaran batin setiap Muslim. Dengan meyakini bahwa malaikat senantiasa hadir dalam kehidupan, kita diajak untuk selalu berada dalam kebaikan.
Semoga dengan memahami makna iman kepada malaikat ini, hati kita semakin tenang, ibadah semakin khusyuk, dan hidup semakin penuh keberkahan. Karena hakikatnya, beriman kepada malaikat adalah beriman kepada sistem ketuhanan yang sempurna — sistem yang Allah ciptakan untuk menjaga keseimbangan antara dunia, manusia, dan akhirat.
Wallāhu a‘lam bish-shawāb.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ) tentang Iman kepada Malaikat
1. Apa itu iman kepada malaikat?
Iman kepada malaikat adalah mempercayai dengan sepenuh hati bahwa Allah telah menciptakan malaikat dari cahaya, yang selalu taat kepada-Nya dan memiliki tugas tertentu dalam mengatur urusan alam semesta sesuai kehendak Allah.
2. Mengapa iman kepada malaikat menjadi rukun iman kedua?
Karena malaikat merupakan perantara dalam penyampaian wahyu dan pengaturan alam. Tanpa beriman kepada malaikat, keimanan seorang Muslim tidak sempurna karena malaikat termasuk bagian dari perkara gaib yang wajib diyakini dalam Islam.
3. Siapa saja nama malaikat yang wajib diketahui?
Ada sepuluh malaikat yang wajib diketahui: Jibril, Mikail, Israfil, Izrail, Munkar, Nakir, Raqib, Atid, Malik, dan Ridwan. Setiap malaikat memiliki tugas yang berbeda-beda sesuai ketentuan Allah Subḥānahu Wa Ta‘ālā.
4. Apakah malaikat memiliki jenis kelamin atau nafsu?
Tidak. Malaikat tidak memiliki jenis kelamin dan tidak memiliki hawa nafsu seperti manusia. Mereka tidak makan, minum, tidur, atau menikah. Mereka hanya beribadah dan melaksanakan perintah Allah.
5. Apakah manusia bisa melihat malaikat?
Secara umum, manusia tidak dapat melihat malaikat karena mereka termasuk makhluk ghaib. Namun, dengan izin Allah, malaikat dapat menampakkan diri dalam bentuk tertentu, seperti malaikat Jibril yang pernah menampakkan diri kepada Nabi Muhammad ﷺ dalam wujud manusia.
6. Apa manfaat beriman kepada malaikat?
Manfaatnya antara lain: menumbuhkan rasa takut kepada Allah, memperkuat disiplin, meningkatkan kesadaran spiritual, serta menambah keyakinan bahwa segala sesuatu diatur oleh kehendak Allah.
7. Apakah malaikat bisa berbuat dosa?
Tidak. Malaikat diciptakan tanpa hawa nafsu, sehingga mereka tidak pernah membangkang terhadap perintah Allah dan selalu taat kepada-Nya.
8. Apa bedanya malaikat dengan jin?
Malaikat diciptakan dari cahaya dan selalu taat kepada Allah, sedangkan jin diciptakan dari api dan memiliki kehendak bebas — bisa taat atau durhaka. Oleh karena itu, jin bisa beriman atau kafir, sementara malaikat selalu beriman.
9. Bagaimana cara meningkatkan iman kepada malaikat?
Caranya antara lain dengan mempelajari sifat-sifat malaikat, memahami tugas mereka, membaca ayat dan hadis tentang malaikat, serta mengamalkan nilai-nilai keimanan dalam kehidupan sehari-hari.
10. Apa akibat jika seseorang tidak beriman kepada malaikat?
Seseorang yang tidak beriman kepada malaikat berarti mengingkari sebagian dari rukun iman. Ini termasuk dalam kesesatan akidah, karena keimanan kepada malaikat merupakan bagian dari fondasi iman Islam.

Posting Komentar untuk "Iman kepada malaikat adalah rukun iman yang ke-2"