Rukun Iman Ke-5 Hari Kiamat
Iman kepada Hari Akhir (Rukun Iman ke-5)
Dipublikasikan:|…Saung Ngaji
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Sahabat Saung Ngaji, hari ini kita akan mendalami salah satu pilar penting dalam aqidah kita—yakni Iman kepada Hari Akhir, atau rukun iman yang kelima. Kita bahas secara santai tapi penuh makna agar iman kita semakin kuat dan aplikatif setiap hari.
1. Pengertian Iman kepada Hari Akhir
Iman kepada Hari Akhir artinya meyakini dengan sepenuh hati bahwa kehidupan dunia ini adalah sementara, dan akan tiba suatu hari dimana alam semesta akan berakhir. Semua makhluk akan dibangkitkan kembali untuk diperhitungkan amal perbuatannya, dan kemudian menerima balasan—entah kenikmatan surga atau siksa neraka berdasarkan amalan di dunia.
Secara istilah: iman = keyakinan dan pengakuan; Hari Akhir = hari terakhir, kehidupan sesudah dunia berakhir. Maka iman kepada Hari Akhir berarti adanya keyakinan terhadap seluruh realitas akhirat yang dinyatakan dalam Al-Qur’an dan Hadis.
2. Dalil Al-Qur’an dan Hadis
2.1 Dalil Al-Qur’an
Salah satu ayat yang sangat terang tentang hari pembalasan:
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
وَأَنَّ ٱلسَّاعَةَۭ ءَاتِيَةٌۭ لَّا رَيْبَ فِيهَا وَأَنَّ ٱللَّهَ يَبْعَثُ مَن فِى ٱلْقُبُورِۢ 7
(QS. Al‑Hajj 22 : 7) 2Latin: “Wa anna as-sā‘ata ātīyah lā rayba fīhā wa anna Allāha yab‘athu man fīl-qubūr.”
Terjemah: “Dan sesungguhnya hari Kiamat itu akan datang; tidak ada keraguan padanya. Dan sesungguhnya Allah akan membangkitkan orang-orang yang di dalam kubur.”
Ayat ini menegaskan dua hal: (1) kepastian datangnya Hari Akhir, (2) kebangkitan dari kubur sebagai bagian dari siklus akhirat. 3
2.2 Dalil Hadis
Salah satu hadis yang menjadi rujukan utama adalah:
عَنْ عُمَرَ رَضِيَ ٱللَّهُ عَنْهُ قَالَ: بَيْنَمَا نَحْنُ جُلُوسٌ عِنْدَ رَسُولِ ٱللَّهِ ﷺ ذَاتَ يَوْمٍ إِذْ طَلَعَ عَلَيْنَا رَجُلٌ شَدِيدُ بَيَاضِ الثِّیَابِ شَدِیدُ سَوَادِ الشَّعْرِ، لاَ يُرَى عَلَيْهِ أَثَرُ السَّفَرِ … فَقَالَ: «يَا مُحَمَّدُ أَخْبِرْنِي عَنِ الْإِيمَانِ» … فَقَالَ: «أَنْ تُؤْمِنَ بِٱللَّهِ وَمَلَـٴِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ وَٱلْيَوْمِۡ الْـآخِرِ وَتُؤْمِنَ بِٱلْقَدَرِ خَـيْرِهِ وَشَرِّهِ». (Hadis Hadis Jibril) 5
Terjemah: “Iman itu ialah kamu beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, dan hari akhir, serta beriman kepada takdir baik maupun buruk.”
Hadis ini memuat secara jelas bahwa iman kepada Hari Akhir adalah salah satu pilar pokok dalam rukun iman. 6
3. Ruang Lingkup & Tahapan Hari Akhir
Beriman kepada Hari Akhir bukan hanya menyatakan “ya, saya percaya kiamat”. Lebih dari itu—mencakup seluruh realitas akhirat. Mari kita uraikan rangkaian tahapan tersebut agar semakin jelas.
3.1 Kematian (Kiamat Sughra)
Setiap manusia akan mengalami kematian—ini adalah “kiamat kecil” bagi dirinya, karena kehidupan dunianya berakhir. Mulai dari saat tarikan napas terakhir hingga roh memasuki alam barzakh.
3.2 Alam Barzakh
Tempat penantian antara dunia dan akhirat. Di sana roh merasakan nikmat atau azab kubur sesuai amal saat hidup di dunia.
3.3 Kiamat Kubra (Kiamat Besar)
Ketika alam semesta hancur–breakdown: gunung-gunung ghaib, laut meluap, langit terbelah–semua makhluk mati kecuali yang dikehendaki Allah.
3.4 Tiupan Sangkakala
Malaikat Israfil meniup sangkakala:
- Tiupan pertama – Nafkhatul Faza‘ (ketakutan besar).
- Tiupan kedua – Nafkhatul Sa‘q (kematian seluruh makhluk).
- Tiupan ketiga – Nafkhatul Ba’ts (kebangkitan kembali semua makhluk).
3.5 Kebangkitan (Al-Ba’ts)
Semua manusia dibangkitkan dari kubur, dalam kondisi telanjang kaki, belum disunat. Allah berfirman: “Sebagaimana Kami memulai penciptaan pertama, begitulah Kami mengulanginya.”
3.6 Pengumpulan (Al-Hasyr / Padang Mahsyar)
Semua manusia dikumpulkan di padang yang sangat luas, menunggu keputusan Allah. Matahari didekatkan hingga peluh manusia menetes sesuai amalnya.
3.7 Hisab & Mizan
Hisab: perhitungan amal.
Mizan: timbangan kebaikan dan keburukan.
Allah berfirman: “Barang siapa berat timbangan kebaikannya maka dia berada dalam kehidupan yang menyenangkan.”
3.8 Pembagian Catatan Amal
Kitab amal dibuka: tangan kanan untuk yang beruntung, tangan kiri atau dari belakang untuk yang celaka. 8
3.9 Telaga (Al-Haudh)
Tempat minum bagi umat Nabi ﷺ. Airnya lebih putih dari susu, lebih manis dari madu, lebih harum dari minyak kesturi. 9
3.10 Sirath (Jembatan)
Jembatan yang terbentang di atas neraka Jahannam. Orang beriman melewatinya sesuai amal mereka: kilat, angin, burung, berjalan, merangkak.
3.11 Syafa’at (Pertolongan Nabi ﷺ)
Muhammad ﷺ memberikan syafa’at kepada umatnya agar dibebaskan dari neraka, atau ringankan siksaannya. 12
3.12 Surga (Al-Jannah) & Neraka (Al-Jahannam)
Surga: tempat kenikmatan abadi bagi orang-beriman dan bertakwa.
Neraka: tempat siksaan kekal bagi yang kufur, zalim, dan menolak ajaran Allah. 13
4. Pandangan Ulama
Banyak ulama menegaskan bahwa iman kepada Hari Akhir bukan hanya sekadar keyakinan teologis, tetapi fondasi moral dan akhlak sehari-hari.
- Imam Al‑Ghazali: iman kepada Hari Akhir adalah kesadaran tertinggi bahwa hidup ini bukan sekadar dunia, melainkan menuju pertemuan dengan Allah.
- Ibn Katsir: menafsirkan bahwa Hari Akhir sebagai momen keadilan Allah yang sempurna, di mana tidak ada satu amal pun yang terlewat.
- Asy‑Syafi‘i: menegaskan bahwa iman kepada Hari Akhir menjaga moral, menghindarkan manusia dari kezaliman dan kesombongan.
5. Hikmah & Manfaat
Berikut adalah hikmah-hikmah yang bisa kita petik:
- Menyadarkan bahwa hidup di dunia hanya sementara – sehingga kita tidak terlena dalam kesenangan dunia semata.
- Menumbuhkan rasa tanggung jawab atas setiap amal dan perbuatan – “apa yang kita tanam, itulah yang akan kita tuai”.
- Mendorong kita melakukan amal saleh dan menjauhi kezaliman – agar kelak kita termasuk yang memperoleh balasan yang baik.
- Memberi ketenangan hati – karena yakin bahwa keadilan Allah akan ditegakkan di akhirat.
- Membentuk akhlak mulia seperti jujur, amanah, rendah hati, dan peduli terhadap sesama – karena sadar bahwa Allah Maha Mengetahui dan menuangkan pembalasan yang adil.
- Menjadi motivasi untuk istiqamah dalam ibadah – karena dunia bukanlah tujuan akhir, melainkan kampung akhirat.
6. Ciri-Ciri Orang yang Beriman kepada Hari Akhir
Siapa saja yang telah meneguhkan iman kepada Hari Akhir biasanya akan memiliki beberapa ciri berikut:
- Menjaga shalat tepat waktu dan tidak mengabaikan ibadah walaupun dalam kesibukan.
- Jujur dan adil dalam muamalah—tidak berbuat zalim meski tak dilihat orang lain.
- Tidak sombong dan tidak tamak; selalu bersyukur dan merasa cukup dengan nikmat Allah.
- Suka bersedekah, menolong sesama, dan tidak pelit dalam kebaikan.
- Selalu bertaubat dan introspeksi diri karena sadar bahwa setiap perbuatan akan diperhitungkan.
- Memiliki orientasi akhirat – yaitu hidup sebagai persiapan untuk kehidupan kekal, bukan hanya mengejar dunia semata.
7. Kaitan dengan Rukun Iman Lainnya
Iman kepada Hari Akhir bukan berdiri sendiri, melainkan terhubung secara erat dengan rukun iman lainnya:
- Iman kepada Allah: Keyakinan kepada Hari Akhir memperkuat tauhid kita, bahwa Allah adalah Pemilik seluruh alam dan Pembalas amalan manusia.
- Iman kepada Malaikat: Karena para malaikat mencatat amal, meniup sangkakala, mengurus alam kubur dan akhirat.
- Iman kepada Kitab: Kitab-kitab Allah (Al-Qur’an, Taurat, Injil, dll) menjelaskan tentang hari akhir, hisab, surga-neraka.
- Iman kepada Rasul: Rasul mengabarkan kabar akhirat, tugas manusia dalam hidup dan pertanggungjawaban di akhirat.
- Iman kepada Takdir: Karena kehidupan, kematian, kebangkitan, pengumpulan, dan pembalasan semuanya dalam kekuasaan Allah yang telah tertulis dan Dia ketahui sejak azali.
8. Kesimpulan
Teman-teman Saung Ngaji, iman kepada Hari Akhir adalah **pondasi penting** dalam keimanan seorang muslim. Dengan menyadari bahwa dunia ini sementara dan akhirat kekal, maka kita akan hidup dengan lebih bijak, penuh tanggung jawab, dan orientasi yang tepat.
Semoga Allah menjadikan kita termasuk orang-orang yang beriman kepada Hari Akhir, yang mengerjakan amal saleh, menjauhi kemaksiatan, dan kelak mendapatkan kemuliaan di surga-Nya. Aamiin.
🕌 Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ) seputar Iman kepada Hari Akhir
1. Apa yang dimaksud dengan iman kepada hari akhir?
Iman kepada hari akhir berarti meyakini dengan sepenuh hati bahwa akan datang suatu hari di mana seluruh kehidupan dunia ini berakhir, dan semua manusia akan dibangkitkan kembali untuk menerima balasan dari Allah ﷻ atas amal perbuatannya selama hidup di dunia.
2. Mengapa kita harus beriman kepada hari akhir?
Karena keimanan kepada hari akhir termasuk salah satu dari enam rukun iman. Dengan meyakini hari akhir, seorang muslim akan hidup penuh tanggung jawab, menjauhi dosa, dan berusaha berbuat kebaikan karena sadar semua amal akan dibalas.
3. Apa dalil dari Al-Qur’an tentang hari kiamat?
اللَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ۚ لَيَجْمَعَنَّكُمْ إِلَىٰ يَوْمِ الْقِيَامَةِ لَا رَيْبَ فِيهِ
Allāhu lā ilāha illā huwa, la-yajma‘annakum ilā yaumil-qiyāmati lā raiba fīhi.
Artinya: “Allah, tidak ada Tuhan selain Dia. Dia pasti akan mengumpulkan kamu pada hari kiamat yang tidak diragukan lagi.” (QS. An-Nisa: 87)
4. Apa saja tanda-tanda hari kiamat?
Tanda-tanda kiamat terbagi dua: kiamat sughra (kecil) seperti banyaknya kemaksiatan, runtuhnya moral, hilangnya amanah; dan kiamat kubra (besar) seperti terbitnya matahari dari barat, munculnya Dajjal, turunnya Nabi Isa عليه السلام, dan keluarnya Ya’juj dan Ma’juj.
5. Apa yang dimaksud dengan alam barzakh?
Alam barzakh adalah alam penantian antara dunia dan akhirat. Setelah manusia meninggal, ruhnya akan tinggal di alam ini hingga tiba hari kebangkitan. Di sini ruh akan merasakan nikmat atau azab sesuai amalnya di dunia.
6. Apa yang dimaksud dengan hisab dan mizan?
Hisab adalah perhitungan amal manusia di akhirat, sedangkan mizan adalah timbangan amal yang menentukan apakah seseorang lebih banyak kebaikan atau keburukannya. Allah Maha Adil dalam segala hisab-Nya.
7. Bagaimana cara meningkatkan keimanan kepada hari akhir?
Beberapa caranya adalah dengan sering membaca dan mentadabburi ayat-ayat tentang kiamat, memperbanyak amal saleh, menjauhi dosa, serta selalu mengingat kematian agar hati lembut dan tidak cinta dunia berlebihan.
8. Apa hubungan antara iman kepada takdir dan hari akhir?
Iman kepada takdir berarti meyakini bahwa semua yang terjadi di dunia sudah ditentukan oleh Allah ﷻ. Sedangkan iman kepada hari akhir menegaskan bahwa semua hasil dari takdir dan amal akan dipertanggungjawabkan di akhirat. Keduanya saling melengkapi dalam keimanan seorang muslim.
9. Apa balasan bagi orang yang tidak beriman kepada hari akhir?
Orang yang tidak beriman kepada hari akhir akan kehilangan arah hidup dan mudah terjerumus pada dosa karena tidak yakin adanya pertanggungjawaban. Di akhirat, mereka termasuk golongan orang kafir yang mendapat azab yang pedih.
10. Apa hikmah terbesar dari beriman kepada hari akhir?
Hikmah terbesarnya adalah tumbuhnya kesadaran bahwa hidup di dunia hanyalah sementara. Seorang muslim akan lebih sabar, jujur, adil, dan berhati-hati dalam bertindak karena yakin akan kembali kepada Allah ﷻ.
Semoga pembahasan ini membantu sahabat Saung Ngaji untuk lebih memahami dan meneguhkan keimanan kita kepada Hari Akhir. Jangan lupa bagikan artikel ini agar lebih banyak yang mendapat manfaat, insyaAllah bernilai pahala jariyah.

Posting Komentar untuk "Rukun Iman Ke-5 Hari Kiamat"