Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Iman Kepada Kitab-Kitab Allah SWT , Adalah Rukun Iman Ke-3

Iman Kepada Kitab-Kitab Allah SWT (Rukun Iman ke-3) – Saung Ngaji

Kitab-Kitab Allah SWT : Taurat, Zabur, injil dan Al-Qur'an Serta Suhuf-Suhuf para nabi Allah SWT

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, sahabat Saung Ngaji. Alhamdulillah kita masih diberi kesempatan untuk bertemu dan belajar bersama dalam bingkai ilmu yang barakah. Pada kesempatan kali ini kita akan membahas salah satu bagian penting dari akidah Islam, yakni rukun iman yang ketiga: iman kepada kitab-kitab Allah SWT. Bahasan ini kita kemas dengan gaya bahasa yang santai namun tetap mendalam, agar mudah dipahami dan sekaligus cocok diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.


1. Pengertian Iman kepada Kitab Allah

Secara sederhana, iman kepada kitab-kitab Allah berarti meyakini dengan sepenuh hati bahwa Allah SWT telah menurunkan wahyu-Nya dalam bentuk kitab atau lembaran wahyu (suhuf) kepada para rasul-Nya, sebagai pedoman bagi manusia untuk hidup dalam kebenaran dan kebahagiaan dunia-akhirat.

Dari sisi bahasa (etimologi): - “Iman” berarti percaya atau meyakini. - “Kitab” berarti tulisan atau wahyu yang diturunkan kepada nabi dan rasul-Nya melalui malaikat Jibril sebagai pedoman hidup manusia.

Dari sisi istilah: Iman kepada kitab-kitab Allah adalah meyakini dengan sepenuh hati bahwa Allah telah menurunkan wahyu kepada para rasul-Nya dalam bentuk kitab atau suhuf (lembaran wahyu) untuk menjadi pedoman hidup, pembeda antara yang benar dan salah, serta petunjuk menuju jalan yang lurus.


2. Dalil Al-Qur’an dan Hadis

Untuk memperkuat iman kita, mari simak beberapa dalil dari Al-Qur’an dan Hadis yang jelas menunjukkan kewajiban beriman kepada kitab-kitab Allah.

2.1 Dalil Al-Qur’an

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا آمِنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَالْكِتَابِ الَّذِي نَزَّلَ عَلَىٰ رَسُولِهِ وَالْكِتَابِ الَّذِي أَنْزَلَ مِنْ قَبْلُ ۖ وَمَنْ يَكْفُرْ بِاللَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَقَدْ ضَلَّ ضَلاَلاً بَعِيدًا — QS. An-Nisa (4):136

“Wahai orang-orang yang beriman! Tetaplah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan kepada kitab yang diturunkan kepada Rasul-Nya, serta kitab yang diturunkan sebelumnya. Barangsiapa yang kafir kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya dan hari kemudian, maka sesungguhnya orang itu telah tersesat sejauh-jauhnya.” 1

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
نَزَّلَ عَلَيْكَ الْكِتَابَ بِالْحَقِّ مُصَدِّقًا لِّمَا بَيْنَ يَدَيْهِ مِنَ الْكِتَابِ وَأَنْزَلَ التَّوْرَاةَ وَالْإِنْجِيلَ ۖ مِن قَبْلُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَأَنْزَلَ الْفُرْقَانَ ۗ إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا بِآيَاتِ اللَّهِ لَهُمْ عَذَابٌ شَدِيدٌ ۖ وَاللَّهُ عَزِيزٌ ذُو انْتِقَامٍ
— QS. Ali Imran (3):3-4

“Dia menurunkan kepadamu (wahai Nabi) Kitab (Al-Qur’an) dengan membawa kebenaran, yang membenarkan (kitab-kitab) sebelumnya, dan Kami telah menurunkan Taurat dan Injil sebelummu sebagai petunjuk bagi manusia. Dan Kami turunkan Al-Furqân. Sesungguhnya orang-orang yang kafir terhadap ayat-ayat Allah, untuk mereka azab yang sangat keras, dan Allah Mahaperkasa lagi mempunyai pembalasan.” 2

2.2 Dalil Hadis

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ : «الإِيمَانُ أَنْ تُؤْمِنَ بِاللَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ»

“Iman itu ialah engkau beriman kepada Allah, malaikat-Malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya…” (HR. Imam Muslim) 4

Dalil-dalil di atas menunjukkan dengan tegas bahwa ketika kita mengucapkan Syahadat, bukan sekadar lisan, tetapi juga meliputi pengakuan dalam hati akan kitab-kitab Allah SWT, sebagai bagian dari iman kita.


3. Nama-Nama Kitab Allah yang Wajib Diimani

Dalam ajaran Islam, terdapat beberapa kitab suci utama yang wajib kita imani sebagai umat Islam, yaitu:

NoNama KitabNabi PenerimaUmat SasaranIsi Pokok Ajaran
1TauratNabi Musa ASBani IsrailHukum syariat, perintah dan Larangan& Kitab Hukum (disempurnakan dalam Al-Qur'an)
2ZaburNabi Daud ASBani IsrailPujian, doa, dzikir, hikmah dan nasihat (disempurnakan dalam Al-Qur'an)
3InjilNabi Isa ASBani IsrailKasih sayang, kebaikan, keimanan dan petunjuk hidup (disempurnakan dalam Al-Qur'an)
4Al-Qur’anNabi Muhammad SAWSeluruh umat manusiaPetunjuk hidup, hukum, akidah, akhlak, kisah dan kitab terakhir& sebagai penyempurna kitab-kitab sebelumnya dan seluruh suhuf dari pada nabi terdahulu

Meski demikian, perlu dipahami bahwa jumlah kitab yang diturunkan Allah sangat banyak, termasuk suhuf (lembaran wahyu) kepada para nabi lainnya, dan tidak semua kekal sampai saat ini, Diantaranya :


📜 Kitab-Kitab dalam Bentuk Suhuf (Lembaran Wahyu)

Berikut adalah daftar nabi penerima wahyu dalam bentuk Suhuf (lembaran wahyu) sebelum turunnya kitab-kitab besar.

No Nabi Penerima Jumlah Suhuf Isi Pokok
1 Nabi Adam AS 10 Suhuf Petunjuk awal bagi keturunannya
2 Nabi Syits AS 50 Suhuf Hukum, tauhid, ibadah
3 Nabi Idris AS 30 Suhuf Ilmu kebijaksanaan dan akhlak
4 Nabi Ibrahim AS 10 Suhuf Nasihat, tauhid, tuntunan hidup
5 Nabi Musa AS 10 Suhuf Pedoman sebelum Taurat

📖 Suhuf merupakan lembaran-lembaran wahyu yang berisi petunjuk ilahi bagi umat terdahulu, sebelum disempurnakan dengan turunnya kitab-kitab besar seperti Taurat, Zabur, Injil, dan Al-Qur’an.

Isi Pokok Ajaran dari Seluruh Kitab Allah

Walau berbeda waktu dan bahasa, semua kitab membawa pesan inti yang sama, yaitu:
  • Tauhid → Meng-Esa-kan Allah dan tidak menyekutukan-Nya.
  • Ibadah → Menjelaskan tata cara menyembah Allah dengan benar.
  • Akhlak → Menuntun manusia berperilaku baik terhadap Allah, sesama, dan alam.
  • Hukum & Syariat → Mengatur kehidupan sosial, ekonomi, politik, dan hukum.
  • Kabar Ghaib & Akhirat → Memberi kabar tentang surga, neraka, dan hari kebangkitan.

    Ciri-Ciri Kitab Allah SWT

  • Bersumber langsung dari wahyu Allah SWT.
  • Disampaikan melalui malaikat Jibril kepada rasul-Nya.
  • Berisi petunjuk hidup dan kebenaran.
  • Tidak bertentangan dengan tauhid.
  • Mengandung ajaran moral, hukum, dan akidah.
  • Al-Qur’an sebagai penyempurna dan penjaga kebenaran kitab sebelumnya.
  • Aspek Sejarah & Kronologi

    Untuk memahami konteks, berikut sedikit gambaran sejarah tentang penurunan kitab-kitab utama:

    KitabNabi PenerimaPerkiraan ZamanKondisi Umat Saat ItuTujuan Penurunan
    TauratMusa AS±1300 SM, Bukit SinaiBani Israil baru keluar dari negeri FiraunMenetapkan syariat dan hukum bagi agar masyarakat beriman
    ZaburDaud AS±1000 SM, YerusalemBani Israil menghadapi kerusakan moral & yang meninggalkan hukum tauratMenanamkan kembali nilai rohani, zikir & pujian kepada Allah SWT
    InjilIsa AS±30 M, PalestinaKaum Yahudi menyeleweng dari hukum Taurat dan zaburMenegaskan tauhid dan kasih sayang Allah SWT serta meluruskan kembali penyimpangan bani Israil
    Al-Qur’anMuhammad SAW610–632 M, Mekah & MadinahZaman jahiliyah penuh kemusyrikan serta kerusakan moral dan akidahPetunjuk universal bagi seluruh umat manusia dan penyempurna seluruh kitab sebelumnya

    Dengan memahami konteks sejarah ini, kita semakin mengerti betapa Allah SWT senantiasa mendatangkan wahyu kepada umat-Nya dalam setiap era, sesuai kebutuhan zaman.


    5. Isi Pokok Masing-Masing Kitab

    Meskipun kitab-kitab tersebut diturunkan di zaman yang berbeda dan bahasa yang berbeda, namun secara esensi mereka membawa pesan yang satu: tauhid, kebaikan, dan petunjuk hidup yang benar. Berikut rinciannya:

    5.1 Kitab Taurat

    Diturunkan kepada Nabi Musa AS, berisi tentang 10 perintah Allah SWT dan larangan yang jelas, hukum syariat yang mengatur ibadah, makanan halal-haram, kesucian dan mu’amalah, serta sejarah perjalanan umat Bani Israil, Dengan ciri penuh perintah dan larangan yang tegas

    5.2 Kitab Zabur

    Diturunkan kepada Nabi Daud AS, berisi nyanyian, doa-dzikir, pujian kepada Allah SWT, hikmah kehidupan, dan nasihat agar manusia kembali kepada Allah SWT dengan hati tulus, penegasan dab kasih sayang Allah SWT. dengan ciri kitab bersifat spiritual-emosional, bukan kitab hukum.

    5.3 Kitab Injil

    Diturunkan kepada Nabi Isa AS, berisi Seruan kembali kepada tauhid dan kasih sayang Allah SWT, ajaran moral dan akhlak mulia, kejujuran, rendah hati serta kasih sayang sesama umat manusia, dan Penjelasan tentang kabar gembira datangnya Nabi akhir zaman (Ahmad / Muhammad SAW).serta menyempurnakan sebagian dari Taurat dan zabur. dengan ciri ktab menekankan kasih dan kebaikan, namun hukum-hukum syariat

    5.4 Kitab Al-Qur’an

    Kitab terakhir yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW, berbahasa Arab, meliputi akidah (tauhid), ibadah, mu’amalah, Akhlak dan etika (kejujuran, amanah, sabar, tolong-menolong), kisah-kisah para nabi, serta ilmu pengetahuan dan tanda kebesaran Allah SWT. Kitab ini adalah penyempurna dan penjaga dari kitab - kitab Allah SWT sebelumnya. Demgan ciri kitab lengkap, abadi, dan dijaga keasliannya oleh Allah SWT 5


    6. Fungsi & Hikmah Iman kepada Kitab Allah

    Apa yang kita dapat dari beriman kepada kitab-kitab Allah? Berikut beberapa fungsi dan hikmah yang sangat berfaedah:

    • Petunjuk hidup (hudan): Kitab Allah menjadi kompas yang menunjukkan jalan yang benar bagi manusia.
    • Pembeda (furqân): Membantu membedakan antara yang haq dan yang batil.
    • Rahmat bagi yang beriman: Wahyu Allah adalah rahmat bagi manusia karena memberikan petunjuk dan keselamatan.
    • Sumber hukum & syariat: Kitab-kitab mengatur kehidupan umat manusia dalam berbagai aspek.
    • Bukti kerasulan & wahyu: Dengan beriman kitab, kita mengenali bahwa Allah telah mengutus rasul-Nya dan menurunkan wahyu kepada mereka.
    • Hikmah akhlak: Mengarahkan kita kepada akhlak mulia, toleransi, dan rasa syukur atas petunjuk Allah.

    Hikmah Beriman kepada Kitab-Kitab Allah

  • Menambah keimanan dan ketakwaan kepada Allah.
  • Menumbuhkan rasa cinta kepada ilmu dan kebenaran.
  • Menumbuhkan toleransi antarumat beragama, karena semua kitab berasal dari Allah.
  • Menumbuhkan rasa syukur atas petunjuk Allah.
  • Menghindarkan diri dari penyimpangan dan kesesatan.
  • Menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman utama dalam setiap aspek kehidupan.

    Kedudukan Al-Qur’an di Antara Kitab Lain

  • Sebagai penyempurna kitab-kitab sebelumnya.
  • Sebagai korektor (muhaimin) terhadap isi kitab yang telah diselewengkan.
  • Dijaga langsung oleh Allah SWT dari perubahan dan pemalsuan.
  • Berlaku sepanjang masa dan untuk seluruh umat manusia.
    “Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al-Qur’an, dan sesungguhnya Kami benar-benar menjaganya.” — QS. Al-Hijr: 9

    Dengan demikian, iman kepada kitab bukan hanya soal percaya ada kitab, tetapi juga mewujudkan dalam sikap, kehidupan, dan pengamalan. Begitu banyak hikmah yang bisa kita petik jika kita benar-benar menghayati makna iman ini dalam hari-hari kita.


    7. Bentuk Nyata Pengamalan dalam Kehidupan Sehari-Hari

    Bagaimana caranya kita menerjemahkan iman kepada kitab-kitab Allah dalam kehidupan nyata? Berikut beberapa bentuk nyata yang mudah dilakukan:

    1. Membaca dan memahami isi Al‑Qur’an serta kitab-kitab Islam lainnya dengan niat ikhlas karena Allah.
    2. Mengamalkan ajaran Al-Qur’an dan sunnah rasul dalam perilaku sehari-hari: jujur, amanah, tolong-menolong, sabar, syukur.
    3. Menghormati kitab-kitab Allah dan wahyu yang telah diturunkan meskipun kita tidak membaca langsung semua kitab terdahulu.
    4. Menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman utama dalam menyelesaikan persoalan hidup, bukan semata ikut arus dunia.
    5. Berlatih instrospeksi: ketika membaca kitab, tanyakan dalam hati “Apa yang bisa saya terapkan hari ini?”

    8. Kesimpulan

    Sahabat Saung Ngaji, kini kita telah menyusuri pemahaman yang cukup lengkap tentang rukun iman yang ketiga: iman kepada kitab-kitab Allah SWT. Dari pengertian, dalil, sejarah, nama-nama kitab, isi pokok, fungsi, hingga pengamalan nyata — semuanya menjadi satu paket penting dalam membangun keyakinan yang kokoh.

    Semoga melalui pembahasan ini kita semakin mantap dalam iman kita, semakin cinta kepada Al-Qur’an dan sunnah Rasul, dan semakin menjaga diri serta keluarga dari penyimpangan akidah. Jadikanlah iman ini sebagai cahaya yang membimbing kita di tengah gejolak dunia, agar kita tidak hanyut ke dalam kegelapan tetapi senantiasa berada di jalan yang lurus.


    ❓ FAQ – Pertanyaan yang Sering Diajukan Tentang Iman kepada Kitab-Kitab Allah

    Berikut beberapa pertanyaan yang sering muncul dari para sahabat Saung Ngaji seputar topik iman kepada kitab-kitab Allah SWT. Semoga bermanfaat untuk memperkuat pemahaman kita bersama.

    1. Apa yang dimaksud dengan iman kepada kitab-kitab Allah?

    Iman kepada kitab-kitab Allah berarti meyakini dengan sepenuh hati bahwa Allah SWT benar-benar telah menurunkan wahyu-Nya kepada para rasul-Nya dalam bentuk kitab-kitab suci sebagai pedoman hidup bagi manusia. Iman ini tidak sekadar percaya adanya kitab-kitab itu, tetapi juga mencakup pengakuan terhadap kebenaran isinya serta pengamalan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.

    2. Mengapa kita harus beriman kepada kitab-kitab yang terdahulu, padahal isinya sudah berubah?

    Kita beriman kepada kitab-kitab yang Allah turunkan, bukan kepada versi yang telah diubah oleh tangan manusia. Iman kita bersifat global (ijmali) terhadap kitab-kitab yang tidak sampai kepada kita secara asli, dan bersifat rinci (tafshili) terhadap Al-Qur’an karena ia masih terjaga keasliannya. Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Hijr (15):9:

    إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُ لَحَافِظُونَ
    “Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan Al-Qur’an, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya.”

    3. Berapa jumlah kitab yang diturunkan oleh Allah?

    Secara pasti, hanya empat kitab yang wajib diketahui namanya, yaitu: Taurat, Zabur, Injil, dan Al-Qur’an. Selain itu, ada juga beberapa suhuf (lembaran wahyu) yang diturunkan kepada Nabi Ibrahim AS dan Nabi Musa AS. Adapun jumlah kitab secara keseluruhan hanya Allah SWT yang mengetahuinya.

    4. Apa perbedaan antara kitab dan suhuf?

    Kitab berarti wahyu Allah yang dikumpulkan dan dibukukan dalam bentuk lengkap, seperti Al-Qur’an atau Taurat. Sedangkan suhuf adalah lembaran-lembaran wahyu yang berisi petunjuk tertentu namun tidak dibukukan secara menyeluruh. Contohnya adalah suhuf Nabi Ibrahim AS.

    5. Mengapa Al-Qur’an disebut penyempurna kitab-kitab sebelumnya?

    Karena Al-Qur’an menegaskan ajaran-ajaran tauhid, akhlak, hukum, dan petunjuk yang telah dibawa oleh kitab-kitab sebelumnya. Ia menjadi penutup dan penyempurna, bukan penolak. Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Maidah (5):48:

    وَأَنْزَلْنَا إِلَيْكَ الْكِتَابَ بِالْحَقِّ مُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيْهِ مِنَ الْكِتَابِ وَمُهَيْمِنًا عَلَيْهِ
    “Dan Kami telah menurunkan kepadamu (Muhammad) Al-Kitab dengan kebenaran, yang membenarkan kitab-kitab sebelumnya dan menjadi penjaga terhadapnya.”

    6. Bagaimana cara mengamalkan iman kepada kitab-kitab Allah dalam kehidupan sehari-hari?

    • Membaca dan mempelajari Al-Qur’an secara rutin.
    • Mengamalkan isi kandungan Al-Qur’an dalam tindakan dan akhlak.
    • Mengajarkan nilai-nilai Al-Qur’an kepada keluarga dan masyarakat.
    • Menghormati kitab-kitab suci dengan menjaga adab terhadapnya.
    • Menjadikan Al-Qur’an sebagai sumber hukum dan pedoman moral.

    7. Apa hukumnya bagi orang yang tidak beriman kepada kitab-kitab Allah?

    Orang yang tidak beriman kepada kitab-kitab Allah termasuk dalam golongan orang yang kafir terhadap sebagian rukun iman. Hal itu dijelaskan dalam QS. An-Nisa (4):136, bahwa siapa saja yang kafir terhadap Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, dan hari akhir, maka ia telah tersesat sejauh-jauhnya.

    8. Apakah boleh membandingkan isi kitab-kitab suci selain Al-Qur’an?

    Diperbolehkan untuk tujuan ilmiah dan dakwah, dengan adab dan niat yang baik, bukan untuk meremehkan atau mencari kesalahan semata. Tujuannya adalah agar semakin terlihat kebenaran dan kemurnian Al-Qur’an sebagai wahyu terakhir yang dijaga langsung oleh Allah SWT.

    9. Mengapa Al-Qur’an disebut Al-Furqan?

    Kata Al-Furqan berarti “pembeda”. Dinamakan demikian karena Al-Qur’an membedakan antara yang benar dan yang salah, antara cahaya dan kegelapan. Ia menjadi tolok ukur keimanan dan keadilan bagi manusia di sepanjang zaman.

    10. Apa hikmah beriman kepada kitab-kitab Allah?

    • Menumbuhkan rasa syukur atas nikmat petunjuk Allah.
    • Menambah keyakinan terhadap kebesaran dan kasih sayang Allah.
    • Menumbuhkan semangat untuk membaca dan memahami wahyu Allah.
    • Mendorong umat Islam agar tidak mudah terpengaruh oleh ajaran yang menyimpang.
    • Membangun akhlak yang mulia dan tangguh di tengah godaan dunia.

    Penutup: Semoga bagian FAQ ini menambah kejelasan dan memperkuat keimanan sahabat semua. Jangan lupa untuk terus menghidupkan majelis ilmu, membaca Al-Qur’an, dan mengamalkan isi-isinya agar cahaya iman selalu menerangi hati dan kehidupan kita. Aamiin ya Rabbal ‘Alamin.

    Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

    💬 Mari Berbagi Ilmu di Saung Ngaji

    Alhamdulillah, kamu sudah membaca artikel ini sampai akhir. Semoga tulisan tentang iman kepada kitab-kitab Allah ini menambah wawasan dan menguatkan iman kita semua.

    Yuk, bantu dakwah kecil ini dengan cara:

    • 💭 Tinggalkan komentar di bawah tentang pendapatmu atau pertanyaan seputar iman kepada kitab Allah.
    • 🔁 Bagikan artikel ini ke teman, grup WhatsApp, atau media sosial agar semakin banyak yang mendapatkan manfaat.
    • 📖 Jadikan blog Saung Ngaji sebagai tempat ngaji santai, belajar akidah, dan menambah iman setiap hari.

    “Barang siapa menunjukkan kepada kebaikan, maka ia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengamalkannya.”
    — (HR. Muslim)

    #Hashtag

    #SaungNgaji #KitabAllah #ImanKepadaKitab #RukunIman #KitabSuci #WahyuAllah #PedomanHidup #AlQuran #Taurat #Zabur #Injil #Suhuf #BelajarNgaji #NgajiSantai #IslamItuIndah #IlmuTauhid #AkidahIslam #DakwahOnline #BelajarIslam #KajianIslam #CahayaIman

    rukun iman ke -3:
    Taurat, dzabur, injil dan Al-Qur'an kitab, iman, wahyu, pedoman hidup, kitab suci, kitab Allah, Al-Qur’an, rukun iman, kitab-kitab Allah, keimanan, dakwah Islam, dan akidah Islam.

    Terima kasih sudah berkunjung ke Saung Ngaji 🌿 Jangan lupa follow dan share supaya ilmunya mengalir terus tanpa henti.

  • Posting Komentar untuk "Iman Kepada Kitab-Kitab Allah SWT , Adalah Rukun Iman Ke-3"