Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Iman Kepada Nabi dan Rasul Allah SWT, Rukun iman ke empat

Rukun Iman Keempat: Iman Kepada Rasul Allah SWT

🌙 Rukun Iman Keempat: Iman Kepada Rasul Allah SWT

Ditulis oleh: Tim Saung Ngaji


Pengantar: Apa Itu Rukun Iman Keempat?

Rukun iman merupakan pondasi utama dalam kehidupan seorang muslim. Totalnya ada enam, dan salah satunya adalah iman kepada rasul. Rukun iman keempat ini mengajarkan kita untuk meyakini dengan sepenuh hati bahwa Allah SWT telah mengutus para rasul untuk membimbing manusia ke jalan kebenaran. Para rasul adalah manusia pilihan, memiliki hati yang suci, akhlak yang mulia, dan tanggung jawab besar dalam menyampaikan wahyu.

Dalam kehidupan sehari-hari, iman kepada rasul bukan sekadar percaya, tapi juga meneladani sifat, perjuangan, dan akhlak mereka. Dari sinilah lahir semangat dakwah, sabar dalam ujian, serta keyakinan bahwa kebenaran pasti menang.

Dalil Tentang Iman Kepada Rasul

Al-Qur’an menjelaskan pentingnya beriman kepada para rasul:

“Rasul telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, dan rasul-rasul-Nya.”
(QS. Al-Baqarah: 285)
“Dan sungguh, Kami telah mengutus seorang rasul untuk setiap umat (untuk menyerukan), ‘Sembahlah Allah, dan jauhilah thaghut.’”
(QS. An-Nahl: 36)

Hadits Nabi ﷺ juga menegaskan hal ini:

“Iman itu ialah engkau beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, hari akhir, dan engkau beriman kepada takdir yang baik maupun yang buruk.”
(HR. Muslim no. 8)

Jumlah Rasul dan Nabi yang Diutus

Menurut hadits, jumlah nabi yang diutus mencapai 124.000 nabi, sementara jumlah rasul sekitar 313 orang. Namun, umat Islam diwajibkan untuk mengenal dan mengimani 25 rasul yang disebutkan dalam Al-Qur’an.

Daftar 25 Rasul yang Wajib Diketahui

  • Adam a.s.
  • Idris a.s.
  • Nuh a.s.
  • Hud a.s.
  • Shalih a.s.
  • Ibrahim a.s.
  • Luth a.s.
  • Ismail a.s.
  • Ishaq a.s.
  • Ya’qub a.s.
  • Yusuf a.s.
  • Ayyub a.s.
  • Syu’aib a.s.
  • Musa a.s.
  • Harun a.s.
  • Dzulkifli a.s.
  • Daud a.s.
  • Sulaiman a.s.
  • Ilyas a.s.
  • Ilyasa’ a.s.
  • Yunus a.s.
  • Zakariya a.s.
  • Yahya a.s.
  • Isa a.s.
  • Muhammad ﷺ

Rasul Ulul Azmi

Di antara para rasul, terdapat lima yang memiliki keteguhan luar biasa dalam menghadapi ujian, disebut sebagai Ulul Azmi:

  1. Nuh a.s.
  2. Ibrahim a.s.
  3. Musa a.s.
  4. Isa a.s.
  5. Muhammad ﷺ

Mereka menjadi teladan kesabaran, keteguhan iman, dan keikhlasan dalam menyampaikan risalah.

Tugas dan Fungsi Para Rasul

Para rasul memiliki peran penting dalam kehidupan manusia. Di antaranya:

  • Menyampaikan wahyu (tabligh): Mengajarkan semua perintah dan larangan Allah kepada umatnya.
  • Menjadi teladan (uswah hasanah): Memberi contoh akhlak mulia dan kesabaran.
  • Memberi kabar gembira dan peringatan: Tentang surga bagi yang taat dan neraka bagi yang durhaka.
  • Menegakkan hukum Allah: Menyebarkan keadilan dan menghapus kesyirikan.

Sifat Wajib dan Mustahil Bagi Rasul

Para rasul memiliki empat sifat wajib dan empat sifat mustahil. Untuk tampilan yang nyaman di ponsel, tabel ini bisa digeser ke kanan atau kiri 👇

Sifat Wajib Rasul Artinya Sifat Mustahil Artinya
ShiddiqJujur dan benarKidzibDusta
AmanahDapat dipercayaKhianatTidak dapat dipercaya
TablighMenyampaikan wahyuKitmanMenyembunyikan wahyu
FathanahCerdas dan bijaksanaBaladahBodoh

Mukjizat Para Rasul

Setiap rasul dianugerahi mukjizat sebagai bukti kerasulannya. Mukjizat adalah peristiwa luar biasa yang tidak bisa ditiru manusia.

  • Nabi Musa a.s. – Tongkatnya berubah menjadi ular dan membelah laut.
  • Nabi Ibrahim a.s. – Tidak terbakar oleh api.
  • Nabi Isa a.s. – Menyembuhkan orang buta dan menghidupkan orang mati.
  • Nabi Muhammad ﷺ – Al-Qur’an, Isra’ Mi’raj, dan air keluar dari jari-jarinya.

Rasul Terakhir: Nabi Muhammad ﷺ

Nabi Muhammad ﷺ adalah penutup para nabi dan rasul. Risalahnya bersifat universal dan abadi untuk seluruh umat manusia hingga akhir zaman.

“Muhammad itu bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu, tetapi dia adalah Rasul Allah dan penutup para nabi.”
(QS. Al-Ahzab: 40)

Beliau membawa syariat yang sempurna, menjadi rahmat bagi seluruh alam, dan teladan terbaik bagi umat manusia. Ajarannya mencakup seluruh aspek kehidupan—ibadah, muamalah, sosial, hingga akhlak.

Perbedaan Nabi dan Rasul

Meskipun keduanya sama-sama utusan Allah, ada beberapa perbedaan penting antara nabi dan rasul:

Aspek Nabi Rasul
TugasMeneruskan ajaran rasul sebelumnyaMembawa syariat baru
WahyuTidak selalu diperintahkan menyampaikanWajib disampaikan kepada umat
JumlahLebih banyakLebih sedikit

Hikmah Iman Kepada Rasul

Beriman kepada rasul membawa banyak hikmah yang dapat menumbuhkan keimanan dan memperkuat akhlak seorang muslim. Beberapa di antaranya:

  • Meneladani sifat dan perjuangan para rasul.
  • Meningkatkan keimanan dan ketaatan kepada Allah.
  • Menumbuhkan rasa cinta dan hormat kepada para utusan Allah.
  • Mendorong semangat berdakwah dan berbuat baik.
  • Menumbuhkan rasa syukur atas kesempurnaan risalah Islam.

Kesimpulan

Rukun iman keempat, yaitu iman kepada rasul, merupakan bagian penting dari keimanan seorang muslim. Dengan beriman kepada rasul, kita yakin bahwa Allah tidak membiarkan manusia tanpa petunjuk. Para rasul diutus untuk membawa wahyu, menuntun manusia, dan menegakkan keadilan di muka bumi.

Rasul terakhir, Nabi Muhammad ﷺ, membawa risalah yang menyempurnakan ajaran sebelumnya. Dengan meneladani beliau, kita bisa menjadi pribadi yang berakhlak mulia, sabar, dan istiqamah di jalan Allah.

❓ FAQ Seputar Iman Kepada Rasul

Bagian ini berisi pertanyaan yang sering diajukan tentang rukun iman keempat, yaitu iman kepada rasul Allah SWT. Semoga bisa membantu pembaca memahami lebih dalam dengan bahasa yang ringan dan mudah dimengerti.

1. Apa arti iman kepada rasul?

Iman kepada rasul artinya meyakini dengan sepenuh hati bahwa Allah SWT telah mengutus para rasul dari kalangan manusia untuk menyampaikan wahyu-Nya. Kita wajib membenarkan risalah mereka dan mengikuti ajaran yang dibawa oleh rasul terakhir, Nabi Muhammad ﷺ.

2. Siapa saja yang termasuk rasul Ulul Azmi?

Rasul Ulul Azmi adalah lima rasul pilihan Allah yang memiliki keteguhan luar biasa dalam berdakwah, yaitu: Nabi Nuh a.s., Nabi Ibrahim a.s., Nabi Musa a.s., Nabi Isa a.s., dan Nabi Muhammad ﷺ. Mereka sabar, tegas, dan tidak pernah menyerah dalam menyampaikan kebenaran.

3. Apa perbedaan antara nabi dan rasul?

Perbedaan utama terletak pada tugasnya. Rasul menerima wahyu baru dan wajib menyampaikannya kepada umatnya, sedangkan nabi meneruskan ajaran rasul sebelumnya dan tidak selalu diwajibkan menyampaikan risalah kepada umat.

4. Berapa jumlah rasul yang wajib kita imani?

Umat Islam wajib beriman kepada 25 rasul yang disebutkan dalam Al-Qur’an. Namun, jumlah rasul secara keseluruhan lebih banyak, yaitu sekitar 313 rasul dari total 124.000 nabi.

5. Apa saja sifat wajib bagi rasul?

Ada empat sifat wajib yang dimiliki setiap rasul: Shiddiq (jujur), Amanah (dapat dipercaya), Tabligh (menyampaikan wahyu), dan Fathanah (cerdas). Keempat sifat ini menjadi teladan bagi umat manusia dalam kehidupan sehari-hari.

6. Mengapa kita harus beriman kepada rasul?

Karena tanpa bimbingan rasul, manusia tidak akan mengetahui ajaran Allah dengan benar. Rasul adalah perantara wahyu, pembawa kabar gembira, dan pemberi peringatan agar manusia hidup sesuai tuntunan Allah SWT.

7. Siapa rasul terakhir yang diutus Allah?

Rasul terakhir adalah Nabi Muhammad ﷺ. Beliau diutus sebagai rahmat bagi seluruh alam dan risalahnya bersifat abadi, berlaku untuk semua umat hingga akhir zaman.

8. Apa contoh meneladani sifat rasul dalam kehidupan sehari-hari?

Contohnya dengan berkata jujur, menepati janji, tidak berkhianat, menyampaikan amanah, serta menolong sesama tanpa pamrih. Meneladani rasul berarti meneladani akhlak mulia yang dicintai Allah SWT.

9. Apa yang terjadi jika seseorang tidak beriman kepada rasul?

Seseorang yang tidak beriman kepada rasul berarti belum sempurna imannya. Menolak risalah rasul sama saja dengan menolak kebenaran dari Allah SWT. Oleh karena itu, iman kepada rasul merupakan bagian yang tidak boleh ditinggalkan dalam rukun iman.

10. Bagaimana cara memperkuat iman kepada rasul?

Beberapa cara memperkuat iman kepada rasul antara lain: mempelajari kisah para rasul, membaca Al-Qur’an dengan tadabbur, mengikuti sunnah Nabi Muhammad ﷺ, dan berusaha mengamalkan akhlak yang dicontohkan beliau dalam kehidupan sehari-hari.

Posting Komentar untuk "Iman Kepada Nabi dan Rasul Allah SWT, Rukun iman ke empat"